Konsep Tradisional & Modern dalam Pernikahan
Filed Under (Wedding) by Nike on 13-03-2008
Tagged Under : Gaun, Modern, Pengantin, Pernikahan, Tradisional, Undangan
Perbedaan konsep pernikahan tradisional dan pernikahan modern, antara lain terlihat di :
1. Undangan
Tradisional : undangan dicetak dalam gaya konvensional (kertas beramplop)
Modern : Undangan didesain sesuai dengan tema pesta. Bentuknya pun beragam, ada yang dikemas dalam CD, gulungan kertas, berupa kalender, tabung kayu, dsb. Undangan pun bisa disampaikan via SMS maupun email.
2. Merancang Pesta Pernikahan
Tradisional : calon pengantin merencanakan pesta pernikahan dengan bantuan para teman dan kerabat
Modern : calon pengantin menggunakan jasa wedding organizer.
3. Upacara Pernikahan
Tradisional : calon pengantin melaksanakan upacara pernikahan di rumah ibadah atau di rumah sendiri
Modern : calon pengantin melaksanakan pernikahan di tempat ‘bersejarah’ bagi mereka berdua, seperti gedung, hotel, museum, mansion yang elegan, dsb.
4. Gaun Pengantin
Tradisional : mayoritas gaun berwarna putih.
Modern : mempelai wanita dan pria bebas memilih warna dengan tema pesta. Model yang dipakai pun semakin beragam mengikuti mode.
Sebenernya, menurut saya, kata yang lebih pas untuk menggantikan tradisional adalah konvensional, karena kita bisa saja menggunakan penggabungan kedua konsep diatas. Contoh saya aja ya, untuk undangan memang saya memilih desain sendiri dengan menambahkan kreatifitas suami saya akan kecintaannya terhadap kode program. Untuk perancang pesta pernikahan saya lebih memilih untuk merencanakan sendiri dibantu dengan koordinasi keluarga kedua belah pihak. Untuk tempat, memang kami memilih gedung, karena merasa bisa menyatukan keluarga besar kami (klo dirumah mungkin ga muat
). Dan untuk yang gaun, yup… saya dan suami memang beli beberapa majalah dulu untuk dicontoh desain gaunnya, dan saya memang terlihat lebih enjoy menggunakan gaun pengantin saya ketimbang pake adat Palembang.

