Tips Memilih Pengasuh Anak

Filed Under (Ibu dan Bayi, Info) by Nike on 15-11-2009

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih pengasuh anak?

  1. Bila tidak ada rekomendasi dari orang biasa yang Anda percayai (teman, saudara, dsb), pergilah ke yayasan yang sudah terkenal dan memiliki reputasi positif. Anda bisa bertanya pada orang lain yang telah lebih dulu menjadi klien yayasan tersebut. Walau bukan jaminan, nama yayasan yang telah terkenal bisa diasumsikan membuat pengurusnya berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Selain itu, yayasan yang resmi dan baik juga membuat Anda mudah mengklaim atau menyertakan keluhan bila kelak ada sesuatu yang tidak terduga terjadi (contoh: anak terjatuh dan Anda ingin mengganti pengasuh, dan semacamnya).
  2. Pada saat memilih pengasuh anak, lakukan wawancara dengannya dan perhatikan caranya menjawab. Apakah logis, sopan, dan menunjukkan intelegensia yang cukup dan sesuai dengan kondisi rumah Anda. Ingat, mengasuh anak bukan pekerjaan mudah. Bila seorang pengasuh bayi tidak paham akan segala perabotan di rumah, ia juga malah akan menjadi beban dan mungkin mencelakakan anak yang diasuhnya.
  3. Benarkah ia suka anak-anak? Lontarkan pertanyaan ini, walaupun bisa saja ia berbohong. Karena itu, kejar dengan pertanyaan lain, seperti apakah ia dulu mengasuh adik atau keponakannya? Apa pengalamannya yang berkesan saat mengasuh anak? Apa yang paling ia sukai saat mengasuh anak?
  4. Lihat apakah ia tergolong pencinta kebersihan. Bayi identik dengan kebersihan, sebab itu, siapa pun yang berada dekat bayi, diharapkan juga bersih dan tidak membawa kuman penyakit. Perhatikan penampilan calon pengasuh anak Anda, apakah ia cukup teliti dalam berpakaian? Apakah ia menampilkan diri sebagai orang yang jorok ataukah rapi?
  5. Pengalamannya bekerja. Bila Anda memilih pengasuh anak senior, artinya ia telah pernah bekerja. Tanyakan pengalamannya tentang mengasuh anak sebelum ini, di mana saja ia bekerja, dan mengapa ia berhenti (boleh jadi ia bukan dipecat, misalnya majikan pindah ke luar kota dan lain sebagainya). Alasannya berhenti mungkin akan berpengaruh pada penilaian Anda bila ia mengatakan tidak suka bekerja dengan majikan yang judes.
  6. Caranya mengasuh anak. Tanyakan beberapa hal yang intinya merupakan ujian untuk kecakapannya, seperti bagaimana caranya memandikan bayi, apa yang harus dilakukan bila bayi demam, bagaimana menyendawakan bayi, dan semacamnya.
  7. Teliti filosofi dan pendapatnya. Maksudnya, apakah dalam wawancara singkat itu terlihat bahwa Anda dan dia memiliki kesesuaian dalam mengasuh anak. Seperti, bahwa Anda tetap akan terlibat dalam pengasuhan, kendati berada di kantor. Jika ia lebih suka segala sesuatu di berada di tangannya, berarti mungkin ia tidak cocok buat mengasuh anak Anda.
  8. Tes kesehatan. Karena bayi tergolong rentan, usahakan memperoleh pengasuh yang sehat. Bila mana ia menderita bronchitis misalnya, mungkin ia tidak dapat diterima sebagai pengasuh. Begitu pula halnya bila ia mengidap penyakit menular lainnya. Boleh juga Anda memintanya menjalani tes kesehatan bila ingin yakin.
  9. Gunakan intuisi. Memang, gambaran tentang pengasuh anak yang ideal belum tentu ada di dalam seorang calon pengasuh anak. Namun, cobalah gunakan intuisi, sehingga Anda bisa merasa lebih pasti. Manfaatkan waktu sebulan sebelum Anda kembali bekerja untuk menilai dapatkah ia dipercaya merawat bayi Anda.

Sumber : infobunda.com

Bookmark and Share

Post a comment