Category: Ibu dan Bayi

Persiapan Bayi Baru Lahir

By Nike, November 15, 2009 7:41 pm

Perlengkapan bayi di kamarnya meliputi:

Pakaian:

* 4-6 piyama bayi
* 3-4 pasang sepatu dan kaus kaki
* 2 selimut
* 4-6 kaus dan celana dalam
* Pakaian bepergian (misalnya untuk imunisasi), seperti baju bayi yang cukup hangat, selimut bertudung, dan celana dengan kancing di selangkangan
* 3-4 popok untuk mengelap kotoran akibat bayi bersendawa
* 4 gurita bayi

Mandi dan bersih-bersih

* 4-6 popok tahan air
* 1 paket diaper atau popok sekali pakai
* Ember popok atau tempat sampah
* Bola-bola kapas berair untuk membersihkan bayi setelah BAB
* Sabun bayi
* Penyeka/lap tubuh bayi
* Krim ruam popok
* Sampo bayi
* Baby oil bila perlu
* Minyak telon atau kayu putih untuk menghangatkan
* Peniti
* Sisir khusus
* 1 lusin popok kain
* Meja untuk membersihkan bayi
* Bak mandi khusus bayi
* Antiseptik untuk perawatan tali pusat
* Obat salep antibakteri
* Sikat lidah

Semakin bayi tumbuh, maka kebutuhan dan jumlah barang yang diperlukan akan berbeda. Ada yang bertambah, ada juga yang berkurang. Misalnya, bayi yang semakin besar boleh jadi sudah tidak membutuhkan gurita bayi. Sebaliknya, ia akan semakin banyak membutuhkan lusinan pakaian lengkap. Sebaiknya, pilih baju dan celana berkancing agar mudah dikenakan. Barang-barang lain yang biasanya dibutuhkan adalah:

Continue reading 'Persiapan Bayi Baru Lahir'»

Incoming search terms:

  • Persiapan untuk bayi baru lahir
  • persiapan perlengkapan bayi baru lahir
  • persiapan bayi baru lahir
  • Perlengkapan bayi baru lahir
  • persiapan bayi baru
  • persiapan bayi
  • persiapan barang2 untuk bayi baru lahir
  • persiapan barang untuk bayi yang baru lahir
  • keranjang bayi
  • barang-barang keperluan bayi baru lahir
  • barang keperluan untuk bayi yang baru dilahirkan

Tips Memilih Pengasuh Anak

By Nike, November 15, 2009 7:39 pm

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih pengasuh anak?

  1. Bila tidak ada rekomendasi dari orang biasa yang Anda percayai (teman, saudara, dsb), pergilah ke yayasan yang sudah terkenal dan memiliki reputasi positif. Anda bisa bertanya pada orang lain yang telah lebih dulu menjadi klien yayasan tersebut. Walau bukan jaminan, nama yayasan yang telah terkenal bisa diasumsikan membuat pengurusnya berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Selain itu, yayasan yang resmi dan baik juga membuat Anda mudah mengklaim atau menyertakan keluhan bila kelak ada sesuatu yang tidak terduga terjadi (contoh: anak terjatuh dan Anda ingin mengganti pengasuh, dan semacamnya).
  2. Pada saat memilih pengasuh anak, lakukan wawancara dengannya dan perhatikan caranya menjawab. Apakah logis, sopan, dan menunjukkan intelegensia yang cukup dan sesuai dengan kondisi rumah Anda. Ingat, mengasuh anak bukan pekerjaan mudah. Bila seorang pengasuh bayi tidak paham akan segala perabotan di rumah, ia juga malah akan menjadi beban dan mungkin mencelakakan anak yang diasuhnya.
  3. Benarkah ia suka anak-anak? Lontarkan pertanyaan ini, walaupun bisa saja ia berbohong. Karena itu, kejar dengan pertanyaan lain, seperti apakah ia dulu mengasuh adik atau keponakannya? Apa pengalamannya yang berkesan saat mengasuh anak? Apa yang paling ia sukai saat mengasuh anak?
  4. Lihat apakah ia tergolong pencinta kebersihan. Bayi identik dengan kebersihan, sebab itu, siapa pun yang berada dekat bayi, diharapkan juga bersih dan tidak membawa kuman penyakit. Perhatikan penampilan calon pengasuh anak Anda, apakah ia cukup teliti dalam berpakaian? Apakah ia menampilkan diri sebagai orang yang jorok ataukah rapi?
  5. Pengalamannya bekerja. Bila Anda memilih pengasuh anak senior, artinya ia telah pernah bekerja. Tanyakan pengalamannya tentang mengasuh anak sebelum ini, di mana saja ia bekerja, dan mengapa ia berhenti (boleh jadi ia bukan dipecat, misalnya majikan pindah ke luar kota dan lain sebagainya). Alasannya berhenti mungkin akan berpengaruh pada penilaian Anda bila ia mengatakan tidak suka bekerja dengan majikan yang judes.
  6. Caranya mengasuh anak. Tanyakan beberapa hal yang intinya merupakan ujian untuk kecakapannya, seperti bagaimana caranya memandikan bayi, apa yang harus dilakukan bila bayi demam, bagaimana menyendawakan bayi, dan semacamnya.
  7. Teliti filosofi dan pendapatnya. Maksudnya, apakah dalam wawancara singkat itu terlihat bahwa Anda dan dia memiliki kesesuaian dalam mengasuh anak. Seperti, bahwa Anda tetap akan terlibat dalam pengasuhan, kendati berada di kantor. Jika ia lebih suka segala sesuatu di berada di tangannya, berarti mungkin ia tidak cocok buat mengasuh anak Anda.
  8. Tes kesehatan. Karena bayi tergolong rentan, usahakan memperoleh pengasuh yang sehat. Bila mana ia menderita bronchitis misalnya, mungkin ia tidak dapat diterima sebagai pengasuh. Begitu pula halnya bila ia mengidap penyakit menular lainnya. Boleh juga Anda memintanya menjalani tes kesehatan bila ingin yakin.
  9. Gunakan intuisi. Memang, gambaran tentang pengasuh anak yang ideal belum tentu ada di dalam seorang calon pengasuh anak. Namun, cobalah gunakan intuisi, sehingga Anda bisa merasa lebih pasti. Manfaatkan waktu sebulan sebelum Anda kembali bekerja untuk menilai dapatkah ia dipercaya merawat bayi Anda.

Sumber : infobunda.com