Tips Menghadapi Hari Pertama Kerja

Filed Under (Dunia Kerja, Info) by Nike on 14-05-2009

Tagged Under : , ,

Akhirnya, setelah sekian banyak proses perekrutan, Anda termasuk sebagai orang yang dianggap layak untuk bekerja di perusahaan yang diincar banyak pelamar kerja. Ini merupakan kesempatan baik, masa depan Anda ditentukan mulai dari detik ini. Sementara, ini merupakan teritori baru. Jika Anda tak memiliki kenalan siapa pun di kantor tersebut, apa yang harus dilakukan?

Karena masih baru, impresi tentang siapa dan bagaimana Anda di mata rekan-rekan kerja lainnya terbentuk di hari-hari pertama bekerja. Maka, amat penting untuk Anda menjaga emosi dan cara bersikap. Berikut adalah 6 tips untuk memberikan impresi baik di hari pertama Anda bekerja sekaligus menjaga reputasi profesional Anda.

Tidak datang terlambat.
Jika perusahaan Anda biasanya memberikan pelatihan bagi para karyawan barunya, dan Anda tak tahu kapan dimulainya, ambil lah inisiatif untuk bertanya. Lalu, usahakan datang lebih cepat dari waktu yang ditentukan, untuk memberikan Anda waktu bersiap, mengurangi ketegangan sebelum memulai pelatihan, juga untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin bisa membuat Anda terlihat tidak profesional, misalnya merapikan baju dan riasan.

Pakaian
Usahakan untuk mengingat pakaian apa yang dikenakan para karyawan di sana ketika Anda sedang dalam proses wawancara, lalu perkirakan apakah Anda sudah memiliki pakaian yang seperti itu. Cobalah untuk mengenakan pakaian yang konservatif terlebih dulu, jikapun Anda melihat para pekerja di sana ada yang mengenakan denim. Meski sebagian besar pegawai di sana mengenakan pakaian kasual, akan lebih baik jika Anda bersiap diri dengan mengenakan pakaian yang rapi dan profesional di hari-hari pertama, untuk memberikan kesan baik.

Perhatikan tata krama
Jangan pernah melupakan tata krama, bersikap lah sopan, sapa orang-orang yang berpapasan dengan Anda, jangan lupa untuk berterima kasih kepada orang yang memberikan pelatihan. Kolega Anda mungkin tak akan ingat hal-hal kecil, namun mereka juga tak akan memiliki kesan bahwa Anda pernah berlaku kasar. Karenanya, penting untuk bersikap sopan dan menjaga tata krama. Usahakan untuk tidak terlibat dalam pembicaraan yang bisa menyinggung orang lain, apalagi yang menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras, Anatomi tubuh).

Read the rest of this entry »

5 Alasan untuk Izin Sakit

Filed Under (Dunia Kerja) by Nike on 07-01-2009

Tagged Under :

Untuk lima alasan berikut, bolehlah Anda minta ‘izin’ sakit ke kantor.

Lembur seminggu berturut-turut
Menyelesaikan pekerjaan memang bagian dati tanggung jawab Anda di kantor. Tapi bila pekerjaan yang harus diselesaikan terlalu banyak hingga membuat Anda pulang di atas pukul 24.00 selama seminggu berturut-turut, tak ada salahnya saat pekerjaan selesai, Anda tak masuk kantor. Istirahat satu hari akan membuat tubuh dan pikiran Anda lebih fresh.

Dinas luar kota
Saat dinas luar kota Anda bisa bekerja sambil refreshing. Tapi jika perjalanan yang Anda tempuh cukup jauh, pikiran dan fisik Anda pun akan kelelahan. Bila Anda tak mendapat hari libur khusus setelah kembali dari perjalanan dinas, mintalah izin sakit untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh Anda di rumah.

Mood Anda drop
Tak seperti biasanya, hari itu Anda benar-benar malas bangun dari tempat tidur dan tak bersemangat menjalani hari. Daripada merusak performa kerja Anda di kantor, lebih baik minta izin sehari untuk tak masuk kantor. Lakukan apa pun yang selama ini tak sempat Anda lakukan. Sekadar nonton film favorit atau menelepon teman lama bisa jadi pilihan. Kalau mood Anda sudah membaik, Anda bisa kembali ke kantor dengan lebih bersemangat.

Alarm tubuh berbunyi
Saat Anda terlalu bersemangat bekerja hingga lupa memerhatikan tubuh Anda sendiri, sadar atau tidak, tubuh akan mengeluarkan alarmnya, lho. Badan mulai terasa pegal-pegal, hidung mulai terasa mampet, dan gejala-gejala lainnya. Sebelum gejala itu telanjur berkembang menjadi penyakit, ambil waktu satu hari di rumah. Pulihkan kondisi tubuh Anda dengan istirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan yang sehat.

Bermasalah dengan rekan kerja
Jika Anda sering stres menghadapi rekan kerja yang menyebalkan, bolehlah jika sehari Anda absen bertemu dengannya. Daripada Anda hanya menghabiskan waktu seharian di kantor dengan perasaan sebal atau menunjukkan wajah yang tidak bersahabat, lebih baik Anda menyepi di rumah. Manfaatkan waktu dengan menenangkan pikiran agar Anda bisa menghadapi si rekan kerja dengan lebih tenang.

Sumber : Chic

Tetap Semangat Saat Jam Kerja

Filed Under (Dunia Kerja, Info) by Nike on 19-10-2008

Tagged Under : , ,

Kerap merasa lesu dan cepat lelah saat jam-jam kerja? Ikuti petunjuk sederhana berikut. Anda pun akan senantiasa merasa bersemangat dan penuh gairah di tempat kerja.

1. Minum air putih
Tahukah Anda, dehidrasi membuat seseorang menjadi lemas? Jadi, pastikan Anda meminum air putih yang banyak selama jam kerja. Penelitian terbaru menunjukkan, Anda tidak harus minum air putih sebanyak 8 gelas dalam sehari tetapi yang penting Anda minum air putih yang cukup. Artinya, mengonsumsi air putih pada saat Anda haus dan ditambah dengan beberapa gelas.

Ganti kebiasaan minuman soda atau jus dengan minum air putih. Satu solusi yang mudah adalah dengan menyediakan air putih dalam termos berukuran kurang lebih satu liter di meja Anda dan isi ulang setiap kali isi termos mulai
berkurang.

2. Makan cemilan yang sehat
Untuk cemilan sebaiknya hindari makan cokelat. Lebih sehat jika Anda menyantap makanan yang sehat seperti buah apel, yogurt berkadar lemak rendah, roti bakar dengan selai kacang, atau selalu menyimpan almon dan kismis di dalam toples. Makanan kecil yang kaya mineral ini dapat membuat Anda tetap bersemangat sampai jam pulang kantor.

3. Hindari makan makanan berat dan minuman alkohol
Makan makanan yang enak ditambah hidangan penutup yang sedap dan secangkir kopi atau teh pada saat jam makan siang, apalagi bila ditraktir atau dengan biaya kantor, siapa pun akan susah menolaknya. Tetapi tertidur di meja kerja sangatlah tidak pantas. Di hari kerja, pada jam makan siang, sebaiknya Anda memilih makanan yang tidak berat seperti salad dan sesudahnya cukup minum segelas air putih agar Anda tidak mengantuk dan tetap segar sampai sore hari.

Sebagai makanan penutup sebaiknya cukup minum teh herbal. Gula dan kafein memengaruhi suasana hati dan mengurangi semangat tepat pada saat Anda harus bekerja dengan produktif.

Read the rest of this entry »

Pilih Profesi Berdasarkan Warna Favorit

Filed Under (Dunia Kerja, Info) by Nike on 17-10-2008

Tagged Under :

Penelitian terbaru menunjukkan, dengan menentukan warna primer, sekunder, dan akromatik, yang Anda sukai, Anda bisa menenemukan karir yang tepat berdasarkan cara kerja, lingkungan kerja dan bagaimana Anda menangani tugas dan tanggung jawab.

Bagaimana caranya? Pertama, pilih dulu warna primer yang paling Anda sukai (warna primer misalnya merah, kuning, atau biru). Dari sini Anda bisa memilih warna sekunder (hijau, ungu, atau oranye), dan warna akromatik (hitam,putih, atau coklat). “Warna yang Anda pilih mencerminkan bagaimana Anda menghadapi tiap tugas. Warna itu bisa menunjukkan bakat Anda, apa yang lebih diprioritaskan untuk sukses,” kata Dewey Sadka, penulis buku The Dewey Color System.

Jadi, apakah Anda peneliti, pencipta, manajer, pembujuk, pelaksana, atau pembuat jadwal? Ketahui dengan menentukan warna favorit.

Bila Anda suka: kuning, ungu, dan putih: Anda adalah komunikator
Read the rest of this entry »

Kerja Produktif dari Rumah

Filed Under (Dunia Kerja) by Nike on 09-09-2008

Tagged Under : , ,

Meski Anda telah melakukan antisipasi, tetap saja akan ada saat di mana semua tidak berjalan sesuai rencana. Terserang gejala flu, Si Kecil mendadak rewel, atau harus menunggu perbaikan listrik di rumah. Ingin mengambil cuti, tapi kok sayang, ya. Oh, mengapa tak minta keleluasaan waktu bekerja untuk menyelesaikan tugas dari rumah?

Selain pekerjaan tak terbengkalai, Anda pun tetap bisa menunggui Si Kecil. Bekerja dari rumah tidaklah semudah yang dikira, banyak gangguan yang akan merusak konsentrasi Anda. Nah, agar pekerjaan yang Anda lakukan di rumah lebih produktif, ada beberapa tips yang perlu diketahui:

- Jangan berasumsi semua oke
Banyak atasan yang tidak suka saat bawahannya menyampaikan ingin melakukan pekerjaan dari rumah. Karena itu jangan berasumsi si bos akan menerima begitu saja keinginan Anda. Mintalah izin terlebih dulu. “Masih banyak manajer yang belum yakin bisa mengawasi orang yang tidak dilihatnya,” kata Carl Van Horn, direktur John J Heldrich Center for Workforce Development. Bila atasan mengizinkan dengan beberapa syarat, seperti harus hadir saat rapat atau menyerahkan laporan sesegera mungkin, penuhilah.
Read the rest of this entry »

Kerja Singkat, Gaji Memikat

Filed Under (Dunia Kerja) by Nike on 06-09-2008

Tagged Under :

Konsultan Jasa
Sekarang banyak perusahaan konsultan jasa yang memegang proyek tertentu dari instansi pemerintah. Umumnya, satu perusahaan memegang dua-tiga proyek sekaligus. Karena pekerjaannya per proyek, maka sistem yang diterapkan pada karyawannya pun sistem kontrak. Kontrak karyawan dapat diperpanjang untuk proyek berikutnya atau diikutsertakan untuk proyek lain jika si karyawan dianggap qualified.
Karyawan yang direkrut biasanya terdiri dari tenaga ahli yang latar pendidikannya tergantung kebutuhan proyek, serta supporting staff. Nah, supporting staff ini bisa sekretaris, keuangan, humas, administrasi, dan sebagainya. Karena tak mendapat asuransi, biasanya mereka berpenghasilan lebih tinggi dari karyawan selevel di perusahaan lain. Selain itu, mereka mendapat bonus-bonus tambahan. Sedangkan untuk posisi tenaga ahli, gaji yang diterima per bulan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Plus asuransi, kendaraan, dan sebagainya. Menggiurkan bukan?

Public Relations Officer dan Advokasi NGO
Bekerja di LSM baik pemerintah maupun bukan, lokal maupun asing, juga sangat menggiurkan. Kalau kegiatannya seputar lingkungan, ruang lingkup kerja Anda tak akan jauh dari isu lingkungan, misal memberi informasi kepada masyarakat, membuat event, memberi training, dan bertindak sebagai fasilisator. Bila ingin bekerja di LSM harus punya empati tinggi terhadap kehidupan orang banyak. Anda juga mesti menguasai kemampuan problem solving dan berhubungan dengan orang lain. Juga rela ditempatkan dan dikirim ke mana saja ke tempat yang butuh bantuan.

Keuntungan bekerja di LSM adalah penghasilan lumayan besar, kalau LSM itu termasuk besar. Soal penghasilan, sebenarnya Anda bisa nego langsung dengan user-nya. Benefit lain adalah kesempatan pendidikan terbuka luas. Biasanya, yang bekerja di organisasi sosial diberi peluang lebih besar untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya, termasuk mendapat beasiswa sekolah, training, dan seminar hingga ke luar negeri. Yang jelas, bekerja di LSM membuat wawasan Anda terus berkembang.
Read the rest of this entry »

Tips hindari Lembur di Kantor

Filed Under (Dunia Kerja) by Nike on 26-08-2008

Tagged Under : ,

Selama ini, orang yang sering lembur identik sebagai karyawan loyal dan rajin karena bersedia bekerja di luar batas jam kantor. Padahal tak selalu demikian. Justru sebaliknya, Anda juga bisa dicap lamban dalam menyelesaikan pekerjaan alias tak mampu bekerja tepat waktu.

Pasalnya, alasan lembur yang paling umum adalah selain untuk menyelesaikan beban kerja yang lebih banyak dari biasanya, lembur juga dimanfaatkan untuk melanjutkan pekerjaan yang tidak selesai di siang hari, terutama saat mendekati deadline. Menurut pakar karier, orang yang sering lembur dianggap memiliki manajemen kinerja yang cukup buruk sehingga tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya secara tepat waktu. Jadi mau tidak mau, ia harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda di siang hari.

Ingin terbebas dari masalah lembur tapi tak tahu bagaimana mengatasinya? Menurut Debra Benton, ahli strategi karier dari Benton Management Resources, Inc. Anda bisa lebih santai dalam bekerja meski tugas Anda banyak dan deadline mendesak, asalkan:

1. Membuat prioritas
Dalam mengerjakan tugas, Anda perlu membuat skala prioritas. Ini untuk memudahkan pengerjaan tugas itu sendiri. Anda bisa memulai pagi hari di kantor dengan mengerjakan tugas yang cukup berat dan penting, saat kondisi masih segar. Lalu lakukan tugas berikutnya sesuai prioritas yang Anda tentukan. Jadi saat jam kerja berakhir, tugas hari itu pun diharapkan tuntas pula.

2. Tahan godaan
Banyak gangguan kecil yang tanpa disadari sering memangkas waktu kerja. Antara lain, ajakan bergosip dari rekan kerja, entah itu langsung, via chatting ataupun telepon, atau makan siang ke mal yang pasti membutuhkan waktu lebih lama dari jadwal sebenarnya. Sebisa mungkin hindari hal ini saat sedang sibuk. Bila terjebak, usahakan secepat mungkin menghindar, dengan alasan yang halus. Lalu, coba tawarkan waktu lain untuk menggantikannya.

Read the rest of this entry »

Solusi Pertanyaan Sulit Saat Wawancara Kerja

Filed Under (Dunia Kerja) by Nike on 19-08-2008

Tagged Under : ,

WAWANCARA merupakan bagian dari proses seleksi karyawan yang sering membuat siapa pun yang menghadapinya ketar-ketir. Berbeda dengan proses lainnya yang mungkin masih bisa ditebak, wawancara kerja sama sekali tak terduga, terutama pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan.

Namun, tak berarti Anda boleh menyerah begitu saja. Selama Anda melakukan persiapan matang, semuanya dapat diantisipasi. Seberapa pun mepetnya waktu Anda sebelum menghadapi wawancara kerja, tak ada alasan untuk tak menyiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit. Pertanyaan apa saja yang dianggap sulit oleh sebagian besar pencari kerja dan bagaimana berkelitnya?

- Pertanyaan Bersifat Pribadi
Pertanyaan yang menyangkut rahasia pribadi sangat sulit untuk dijawab. Sayangnya, pewawancara sering mengorek masalah yang bersifat pribadi, misalnya menanyakan latar belakang Anda (orangtua, saudara, suami, anak, status, dan sebagainya). Terkadang, ada orang-orang yang tidak suka kehidupan pribadinya dikorek-korek.
Untuk merespons pertanyaan yang bersifat pribadi, Anda dapat memilih cara berikut:
- Menjawab langsung secara diplomatis dengan kesadaran bahwa pertanyaan tersebut tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan/jabatan yang dilamar.
- Bertanya dulu tentang relevansi dari pertanyaan yang diajukan dengan jabatan yang dilamar. Setelah itu baru berikan jawaban yang tepat, sesuai konteksnya.
- Anda bisa menolak untuk menjawab jika dirasa sangat mengganggu privasi. Gunaka cara-cara halus dan diplomatis agar si penanya tak merasa dilecehkan.

Read the rest of this entry »