Kerja Produktif dari Rumah

Filed Under (Dunia Kerja) by Nike on 09-09-2008

Tagged Under : , ,

Meski Anda telah melakukan antisipasi, tetap saja akan ada saat di mana semua tidak berjalan sesuai rencana. Terserang gejala flu, Si Kecil mendadak rewel, atau harus menunggu perbaikan listrik di rumah. Ingin mengambil cuti, tapi kok sayang, ya. Oh, mengapa tak minta keleluasaan waktu bekerja untuk menyelesaikan tugas dari rumah?

Selain pekerjaan tak terbengkalai, Anda pun tetap bisa menunggui Si Kecil. Bekerja dari rumah tidaklah semudah yang dikira, banyak gangguan yang akan merusak konsentrasi Anda. Nah, agar pekerjaan yang Anda lakukan di rumah lebih produktif, ada beberapa tips yang perlu diketahui:

- Jangan berasumsi semua oke
Banyak atasan yang tidak suka saat bawahannya menyampaikan ingin melakukan pekerjaan dari rumah. Karena itu jangan berasumsi si bos akan menerima begitu saja keinginan Anda. Mintalah izin terlebih dulu. “Masih banyak manajer yang belum yakin bisa mengawasi orang yang tidak dilihatnya,” kata Carl Van Horn, direktur John J Heldrich Center for Workforce Development. Bila atasan mengizinkan dengan beberapa syarat, seperti harus hadir saat rapat atau menyerahkan laporan sesegera mungkin, penuhilah.
Read the rest of this entry »

Nyamannya Kerja di Rumah

Filed Under (Dunia Kerja) by Nike on 15-08-2008

Tagged Under :

Dari pada hanya mengurus anak dan rumah tanpa menghasilkan sesuatu, ada baiknya Anda memulai bekerja atau membuka usaha di rumah. Pilihan ini juga berlaku bagi para ibu bekerja yang sebelumnya bekerja di kantor, tapi juga ingin melihat perkembangan anak di rumah, beralih melakukan usaha di rumah. Sebelum memulai, ada hal-hal yang sebaiknya diperhatikan.

1. RUANG KERJA YANG NYAMAN
Dengan memiliki ruang bekerja, segala perlengkapan seperti alat tulis, buku, alat penghitung, ada di satu tempat sehingga tidak repot jika Anda membutuhkannya suatu saat.

2. ATUR WAKTU BEKERJA
Anda harus pintar membagi waktu antara mengurus pekerjaan dan mengurus anak-anak. Bekerja secara efisien juga mutlak. Jika anak-anak butuh perhatian, tunda dulu pekerjaan. Ketika mereka sudah tenang dan dapat bermain, lanjutkan dan selesaikan pekerjaan.

Read the rest of this entry »

Tips Untuk Ibu Bekerja

Filed Under (Dunia Kerja) by Nike on 11-05-2008

Tagged Under : , ,

Bagaimana kita dapat melakukan pekerjaan kantor sekaligus mengurus rumah, dan menyediakan waktu yang berkualitas bagi anak dan keluarga?

Jika hal itu terasa sulit dilakukan, di bawah ini ada beberapa saran yang bisa Anda lakukan sehingga pekerjaan tidak terbengkalai dan Anda tetap punya waktu bersama keluarga.

  1. Lakukan sebanyak mungkin pekerjaan selama lunch break. Misalnya, berbelanja atau urusan-urusan lain. Dengan begitu, waktu di rumah sepulang kantor tidak terganggu dan dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk bercengkerama dengan keluarga.
  2. Manfaatkan menit-menit pertama Anda tiba di rumah untuk anak-anak sebelum membersihkan diri dan menyiapkan makan malam.
  3. Cobalah membuat segala sesuatunya seringkas dan sesimpel mungkin. Contohnya, menu makan malam tidak usah dipilih yang ruwet dan bertele-tele. Waktu yang ada lebih baik dimanfaatkan untuk bercengkerama dengan keluarga di ruang keluarga, sebelum terlalu larut dan anggota keluarga terlalu lelah untuk duduk bersama.
  4. Cobalah mengerjakan tugas secara rangkap. Misalnya seraya membersihkan meja, Anda juga bisa sekaligus menyapu lantai atau mengisap debu di karpet. Atau sekaligus membersihkan kamar mandi ketika Anda mandi. Read the rest of this entry »

Tips Bekerja di Rumah

Filed Under (Bisnis, Dunia Kerja) by Nike on 04-05-2008

Tagged Under : , ,

Ada perbedaan rutinitas bagi mereka yang sebelumnya bekerja kantoran, lalu memutuskan bekerja di rumah saja. Di satu sisi, memang lebih enak karena dekat dengan anak. Tapi, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan, lho! Berikut saran Diah P Paramita, Psi, Msi, psikolog dari Jagadnita Consulting:

1. Mental. Kuatkan mental menghadapi kondisi dan semua peristiwa yang akan terjadi di lingkungan rumah. Misalnya, menghadapi tetangga yang suka ngerumpi dan sebagainya.

2. Orang Rumah. Siapkan juga mental orang rumah jika nyonya rumahnya sudah tak lagi bekerja kantoran.

3. Uang. Siapkan diri menghadapi perubahan penghasilan. Siapkan mental untuk menerima pemasukan yang banyak, tapi di lain waktu mungkin tak ada pemasukan sama sekali.

4. Rencana. Lakukan rencana ulang dengan keluarga, apa saja yang harus diubah saat akan membuka usaha sendiri.

5. Ilmu. Up date terus informasi dan pengetahuan. Tinggal di rumah bukan berarti harus diam saja, lho!

6. Jejaring. Bina dan perluas networking Anda. Read the rest of this entry »

Nepotisme di Kantor

Filed Under (Dunia Kerja) by Nike on 02-05-2008

Tagged Under : , ,

Tentu mengesalkan kalau posisi yang menjadi incaran Anda ternyata sudah akan diisi oleh Si X, yang merupakan anak dari Presiden Direktur perusahaan tempat Anda bekerja. Padahal, Anda sudah bekerja keras untuk itu dan menurut sebagian besar rekan kerja, Anda layak meraihnya.

Sudah pasti, situasi di kantor akan bertambah buruk. Apalagi, jika Si X kemudian ternyata merupakan atasan langsung Anda. Lalu, apa yang sebaiknya dan dapat Anda lakukan agar terhindar dari masalah seperti ini? Simak panduan berikut:

1. BERI KESEMPATAN
Tidak semua anak big boss tidak kompeten, lho! Terkadang, pewaris perusahaan juga sangat kompeten, dan seringkali mereka justru membuat pekerjaan menjadi lebih lancar, karena tidak perlu mengikuti birokrasi yang biasanya memang harus dihadapi. Sebelum mengambil kesimpulan mengenai kemampuannya, beri kesempatan kepadanya untuk melihat apa yang dapat dicapainya, dan bagaimana rekan sekerja yang lain menghadapi peraturan baru yang dikeluarkannya.

2. MEMANDANG DARI PERSPEKTIF SI X
Terkadang, mereka yang mendapatkan posisi karena nepotisme juga peka dengan masalah ini, sama seperti Anda. Tidak semuanya akan merasa nyaman, kok. Oleh karena itu, jika Anda berhadapan dengan nepotisme, Anda harus dapat memaafkan. Beri mereka kesempatan untuk mengajukan perspektifnya sebelum Anda mengasumsikan, mereka tidak kompeten dan arogan.

Read the rest of this entry »

Persiapan Saat Tes Psikotes

Filed Under (Dunia Kerja) by Nike on 31-03-2008

Tagged Under : , ,

Tak perlu gentar menghadapi tes psikotes. Ikutin aja persiapan berikut, biar sukses di psikotes dan diterima di tempat kerja yang anda inginkan :

1. Cukup Istirahat

Anda harus beristirahat 1-2 hari sebelumnya biar anda tetap fit dan tidak tegang pada saat tes berlangsung.

2. Banyak Berlatih

Tetapkan waktu untuk berlatih menjawab soal-soal dalam tes, terutama untuk tes kemampuan. Makin banyak anda berlatih, makin terlatih otak anda dan tangan dalam menghitung atau mengasosiasikan data.

3. Jangan Terlambat

Pastikan anda sudah mengetahui tempat tes. Itu sebabnya beberapa hari sebelum tes, anda disarankan untuk mengetahui lokasi. Bahkan kalau perlu, sudah melihat tempatnya. Usahakan tiba 10 menit lebih awal. Sebelum berangkat jangan lupa makan dan minum secukupnya agar kondisi fisik tetap fit.

Read the rest of this entry »

7 Pertanda Baik Wawancara Kerja

Filed Under (Dunia Kerja) by Nike on 28-03-2008

Tagged Under : ,

Proses nunggu setelah wawancara bikin kita bingung, ada apa sebenarnya.  Nah, klo jeli, pasti keliatan deh tanda-tanda wawancara itu berlangsung sukses atau malah gagal. Simak yang satu ini :

1. Berlangsung Lama

Klo wawancara berlangsung lebih dari 30 menit, mungkin malah 1 jam, berarti anda sangat dipertimbangkan untuk mengisi posisi itu.

2. Banyak Bertanya

Si pewawancara aktif memberikan pertanyaan seputar anda dan riwayat pekerjaan anda. Ini salah satu sinyal bagus, karena banyak bertanya mengindikasikan banyaknya info yang mereka ingin gali dari anda.

3. Suasana Nyaman

Anda tidak berada dalam suasana yang kaku, malah terlihat lebih rileks. Ini juga sinyal positif jika si pewawancara merasa nyaman dan cocok, sehingga anda dianggap bisa bekerja sama.

Read the rest of this entry »

Kesan Baik Saat Bekerja

Filed Under (Dunia Kerja) by Nike on 22-03-2008

Tagged Under : ,

Ingin menciptakan kesan kerja yang baik, baca dulu tips singkat yang satu ini :

Lakukan!

  • Ekspresikan siapa diri Anda dengan cara menyenangkan seperti tersenyum, nada suara ramah, serta bahasa tubuh yang positif.
  • Kenakan busana yang cocok dengan situasi dan citra yang ingin ditampilkan. Tujuannya agar Anda terlihat profesional.
  • Ciptakan suasana yang menyenangkan dengan topik-topik pembicaraan yang menarik. Misalnya cerita sederhana yang lucu, atau seputar hobi. Ini selalu berhasil.